Sempat Viral, Mengapa Kini NFT  Ditinggalkan?

JAKartans, di awal tahun 2022 keberadaan Non Fungible Content (NFT) menjadi tren di Indonesia. Salah satu faktornya adalah keberadaan sosok mahasiswa bernama Ghozali yang menjual foto selfie kesehariannya di marketplace khusus NFT yaitu OpenSea.

Sejak Ghozali viral, muncul masyarakat Indonesia yang kepanasan akan kesuksesan Ghozal. banyak masyarakat Indonesia yang menjual foto selfienya di marketplace NFT seperti OpenSea dan lain sebagainya. Kala itu, NFT menjadi fenomena di masyarakat Indonesia. 

Advertisement

Namun, memasuki akhir tahun 2023, suatu tren yang sempat menjadi fenomena di Indonesia justru kini kehilangan hypenya. NFT yang dahulu bisa dijual dengan harga jutaan, bahkan milyaran, kini kehilangan nilainya. 

BACA JUGA: 5 Aplikasi Investasi yang Cocok untuk Pemula! 

Kini, banyak NFT yang tidak berharga dan kehilangan valuenya. Bukan hanya karyanya saja yang menghilang, seniman-seniman yang dahulu mempromosikan dan menjual belikan karyanya melalui NFT pun mulai hilang. 

Lantas, sebenarnya kenapa sih tren NFT yang dahulu sempat menjadi fenomena di Indonesia kini kehilangan pasarnya?

  1. FOMO

Pada awalnya, NFT bisa dibilang menghadirkan berbagai karya dari para seniman. Ibaratnya, memiliki NFT merupakan sesuatu yang sama prestisiusnya dengan memiliki lukisan secara fisik yang dibuat oleh seniman terkenal. 

Akan tetapi, sejak hadirnya Ghozali, bisa dibilang ‘karya’ yang diunggah di NFT hanyalah ‘karya’ berupa FOMO nya masyarakat Indonesia saja. Banyak orang yang ikut-ikutan mengunggah selfie mereka di OpenSea dan berharap nasib yang sama dengan Ghozali. 

Dengan mindset, modal selfie akan mendapatkan uang jutaan ataupun milyaran, akhirnya NFT di Indonesia hanya menjadi ajang FOMO nya masyarakat Indonesia saja. 

  1. Harga yang tidak Stabil

Harga NFT saat di masa populer bisa dibilang fluktuatif. Berbagai karya seni digital di yang dijual di marketplace NFT seringkali bernilai sangat tinggi. Namun, beberapa waktu kemudian berbagai karya seni digital yang dijual di marketplace NFT justru mengalami penurunan yang signifikan.

Dengan harga yang fluktuatif dan adanya penurunan yang drastis tersebut, beberapa orang akhirnya enggan untuk berinvestasi melalui NFT. Karena menurut mereka, nilai yang ada di NFT tidak stabil, sehingga dapat merugikan mereka. 

BACA JUGA: Pentingnya Membeli Rumah untuk Anak Muda: Investasi Masa Depan 

  1. Terlalu Eksklusif

Memang sektor finance seperti investasi, baik saham, maupun crypto seperti NFT ini memiliki pasar yang eksklusif yang tidak menyasar semua orang. 

Kesan eksklusif yang diberikan oleh NFT pada akhirnya membuat masyarakat Indonesia tidak memiliki pemahaman yang cukup mengenai NFT itu sendiri. Sehingga, pada akhirnya banyak orang yang melakukan investasi melalui NFT, dengan harapan akan mendapatkan uang milyaran seperti apa yang Ghozali dapatkan. 

Dengan demikian, pada akhirnya ketika mindset tersebut diterapkan dan nyatanya tidak membuahkan hasil apa-apa. Cara terbaik untuk mereka yang awam adalah pergi meninggalkan. Hal ini dapat dibuktikan dengan masih hadirnya komunitas-komunitas NFT di berbagai platform. Namun, mereka yang sudah masuk tentunya bukan berasal dari masyarakat awam. 

Pada akhirnya, keberadaan NFT di Indonesia bahkan dunia tidak memiliki dampak yang signifikan. Mulai dari adanya FOMO, harga yang tidak stabil, sampai kesan eksklusif yang diberikan pada akhirnya membuat NFT mudah dilupakan.(*/)

(RRY)

Advertisement

Related post

×

Hello!

Silakan kirim email ke program@jak101fm.com untuk pertanyaan seputar JAK 101 FM

× Hey JAK FM