Privilege jadi Kunci untuk Memulai Usaha, Betulkah?

Banyak Milenial dan juga Gen Z nyatanya mulai merasa penat dengan pekerjaan kantoran. Mulai dari sistem kerja, gaji, dan tanggung jawab terhadap atasan seringkali membuat para Milenial dan juga Gen Z memilih untuk bekerja untuk dirinya sendiri dengan membangun usaha atau menjadi seorang entrepreneur.

Berdasarkan survey yang dilakukan oleh Herbalife Nutrition, 4.092 anak muda yang berasal dari golongan Gen Z dan juga Milenial memilih untuk menjadi seorang entrepreneur. Dan Indonesia, nyatanya menjadi penyumbang angka terbesar dari survei tersebut.

Advertisement

BACA JUGA: Sering Ngantuk di Jam Makan Siang, Kok Bisa? 

Nyatanya, banyak anak muda Indonesia yang berasal dari kalangan Gen Z dan Milenial memilih untuk banting setir dari pekerjaan kantoran mereka dan memilih untuk bekerja mandiri dengan membuka usaha sendiri.

Dan hal tersebut tentunya hal yang positif. Selain membuka lapangan pekerjaan, mulai dibangunnya usaha dari skala kecil seperti UMKM pun nyatanya menggerakan roda perekonomian Indonesia. Tapi, sayangnya beberapa anak muda seringkali merasa takut untuk memulai sebuah usaha karena menganggap dirinya tidak memiliki privilege. 

Apa Itu Privilege?

Privilege atau dalam bahasa Indonesianya adalah privilese adalah suatu hak istimewa yang dimiliki seseorang ataupun sekelompok orang. 

Dalam hal ini, privilege yang menjadi ketakutan terbesar dari anak muda yang ingin memulai bisnis mereka adalah privilege dalam hal kekayaan dan juga status sosial. Hal ini tentunya bukan tanpa sebab. Beberapa tokoh muda yang sukses menjadi seorang entrepreneur nyatanya seringkali memiliki latar belakang yang terbilang ‘wow’ sehingga untuk memulai sebuah bisnis rasanya sangat mudah.

BACA JUGA: Bukan Pembagian Jam Masuk Kerja, Dua Hal Ini Dapat Menjadi Solusi untuk Mengurai Kemacetan Jakarta

Meskipun beberapa kali tokoh-tokoh muda tersebut mengatakan apa yang dimulainya dilakukan berdasarkan perjuangannya sendiri, pada kenyataannya privilege latar belakang keluarga yang mereka miliki nyatanya menjadi salah satu faktor yang membentuk kesuksesan mereka.

Tapi, apakah hal tersebut menjadi satu-satunya faktor kesuksesan?

Privilege Tidak Melulu menjadi Penentu

Latar belakang keluarga tentu menjadi salah satu faktor kuat dalam fase awal membangun usaha. Namun, pada akhirnya latar belakang keluarga tidak akan menjamin usaha yang dilakukan akan menjadi sukses dan besar.

Semuanya pada akhirnya kembali lagi terhadap tiap individu masing-masing. Latar belakang keluarga rasanya akan menjadi percuma apabila sosok individu tersebut tidak capable untuk menjalan suatu usaha atau bisnis. Karena pada akhirnya, yang menjalankan bisnis tersebut tentunya individu tersebut. 

Mulai Mencari Privilege Sendiri

Satu hal yang seringkali menjadi permasalahan adalah menganggap latar belakang keluarga dan status sosial sebagai satu-satunya bentuk privilege yang ada. Padahal, pada kenyataannya, privilege tidak melulu membahas mengenai uang ataupun status sosial.

Sesederhana kita memiliki ilmu yang tidak dimiliki oleh orang lain nyatanya merupakan sebuah bentuk dari privilege. Sehingga, menganggap privilege hanya berdasarkan latar belakang keluarga tentunya adalah hal yang keliru.

Sehingga, dibandingkan terlalu fokus dengan privilege orang lain, ada baiknya kita memulai mencari privilege apa yang kita miliki. Sesederhana apapun privilege tersebut, apabila hanya kita yang memilikinya pada akhirnya hal tersebut menjadi keistimewaan yang kita miliki yang harusnya dapat dimanfaatkan menjadi kekuatan kita dalam membangun usaha yang diinginkan.

(RRY)

Advertisement

Related post

×

Hello!

Silakan kirim email ke program@jak101fm.com untuk pertanyaan seputar JAK 101 FM

× Hey JAK FM