Sering Dianggap Remeh, Berikut 3 Alasan Kenapa Kamu Harus Datang ke Psikolog

Kesehatan mental bisa dibilang menjadi isu yang paling sering dibahas di sepanjang tahun 2023 ini. Tidak bisa dipungkiri, pada kenyataannya meskipun sering dibahas, isu kesehatan mental di Indonesia masih sering dianggap remeh dan dianggap mengada-ngada oleh masyarakat Indonesia. Padahal, rentetan kasus yang disebabkan oleh kesehatan mental sudah menjadi jawaban atas anggapan keliru masyarakat Indonesia atas kesehatan mental.

Pada dasarnya, sama seperti fisik, mental kita pun dapat mengalami rasa ‘sakit’. Meskipun tidak ada bentuk fisiknya, kesehatan mental tetap menjadi sesuatu yang nyata dan terjadi pada masyarakat Indonesia. Sesederhana kita merasa lelah dengan pekerjaan, nyatanya hal tersebut dapat memicu terjadi gangguan pada kesehatan mental kita.

Advertisement

Untuk sekadar menganggap kesehatan mental sebagai isu serius saja masyarakat Indonesia masih sulit, apalagi untuk datang ke psikolog? Rasanya, berbagai tragedi yang terjadi di Indonesia beberapa belakangan ini erat kaitannya dengan kesehatan mental. Faktor-faktor seperti kemiskinan, kekerasan, tekanan, dan lain sebagainya pada dasarnya memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan mental seseorang. Sehingga, rasanya kita membutuhkan sosok yang bisa mendengarkan keluh kesah kita dan di momen inilah sosok psikolog atau psikiater hadir.

Berbagai alasan sering kali orang Indonesia keluarkan apabila disarankan untuk datang ke psikolog. Mulai dari takut ‘salah’ cerita, takut dianggap tidak percaya tuhan, dan lain sebagainya. Padahal, datang ke psikolog merupakan langkah terbaik untuk ‘menyembuhkan’ gangguaan pada kesehatan mental.

BACA JUGA: Bukan Hanya Kesehatan Fisik, Berikut 5 Manfaat Berlari untuk Kesehatan Mental Kita!

1. Mencegah Over Sharing ke Tempat yang Salah

Salah satu hal yang sering terjadi di Indonesia adalah curhat ke orang yang salah. Tentunya, ketika kita curhat ke teman, dan keluarga kita tidak jarang mendapatkan respons yang judgemental dan tidak jarang curhatan kita justru disebar ke banyak orang. Padahal, kita sudah menaruh kepercayaan terhadap orang tersebut agar tidak membagikan curhatan kita ke banyak orang. Sehingga, tidak jarang akhirnya kita memendam cerita kita yang berujung menyesakkan hati kita

Salah satu langkah untuk mencegah cerita kita tersebar adalah dengan bercerita ke orang yang tepat, dan siapa sosok yang tepat tersebut? Psikolog lah jawabannya. Dengan bercerita dengan seorang psikolog, kita tidak perlu khawatir untuk mendapatkan jawaban atau respons yang menyudutkan kita atau bahkan merasa takut cerita kita akan disebar ke banyak orang. Karena, seorang psikolog merupakan sosok yang profesional dan sudah disumpah untuk menjaga rahasia pasiennya.

2. Mencegah Self Diagnosed

Sebenarnya, self-diagnosed ‘sah’ saja untuk dilakukan, dengan catatan kita tetap harus melakukan validasi ke pihak profesional seperti psikolog. Sama seperti penyakit yang menyerang fisik kita, tidak jarang kita mencari apa jenis penyakit yang kita alami berdasarkan gejala yang dirasakan. Namun, untuk memastikan penyakit tersebut, kita biasanya akan pergi ke dokter untuk melakukan validasi atas diagnosa kita.

Dengan demikian, hal yang sama pun berlaku pada kesehatan mental. Kita boleh saja mengecek apa penyakit atau gangguan mental apa yang kita alamin, namun kita wajib dan harus memvalidasi ‘diagnosa’ kita ke sosok yang profesional seperti psikolog. Karena, bisa saja kita mendiagnosis diri kita bipolar, namun pada kenyataannya kita hanya moody an saja. 

BACA JUGA: 5 Tipe Amarah yang Wajib Kamu Ketahui!

3. Bentuk Percaya kepada Tuhan

Salah satu ketakutan terbesar seseorang untuk datang ke psikolog adalah anggapan masyarakat terhadap mereka yang seakan-akan membuat mereka tidak percaya akan tuhan. Padahal, pada kenyataannya datang ke psikolog adalah salah satu bentuk kepercayaan seseorang terhadap tuhan. Datang ke psikolog pada dasarnya adalah jawaban dari ibadah seseorang yang meminta pertolongan tuhan. Psikolog pada dasarnya adalah bantuan yang dikirimkan tuhan untuk membantu kita untuk bisa mengobati kesehatan mental kita. Sehingga, anggapan datang ke psikolog sebagai bentuk ketidakyakinan seseorang terhadap tuhan tentu sangat keliru.

Dengan demikian, pada akhirnya datang ke psikolog adalah cara terbaik untuk mengobati gangguan kesehatan mental yang kita alami. Yang terpenting, jangan pernah simpan sendiri semua rasa stres. Apa bila JAKartans sudah terlampau lelah, datanglah ke psikolog untuk bisa mendapatkan penanganan. (*/)

(RRY)

Advertisement

Related post

×

Hello!

Silakan kirim email ke program@jak101fm.com untuk pertanyaan seputar JAK 101 FM

× Hey JAK FM