Ilustrasi ditutupnya Omegle (Foto: twitter.com/CultureCrave)

Platform Obrol Acak Omegle Resmi Ditutup

Pernahkah kalian mengobrol dengan orang yang tidak kalian kenal ketika berada di tempat umum? Biasanya, kita sering kali berinteraksi dalam bentuk mengobrol dengan  orang asing ketika kita berada di tempat-tempat umu, seperti stasiun, bandara, malll, dan lain sebagainya.

Akan tetapi, semenjak hadirnya internet, kini kita memiliki kesempatan untuk berinteraksi dengan orang asing. Karena, bisa dibilang internet adalah salah satu media untuk orang berinteraksi, baik berinteraksi dengan orang yang sudah kita kenal, maupun yang tidak kita kenal. Biasanya, kita berinteraksi dengan orang asing di internet melalui media sosial. Berbagai interaksi, mulai dari saling balas komentar, chatting, dan bahkan mengobrol via online call yang disediakan oleh platform media sosial.

Advertisement

Sederhananya, bentuk interaksi dengan orang asing yang dilakukan media sosial didasari oleh keinginan kita untuk nimbrung pada obrolan tersebut. Kita tidak secara tiba-tiba masuk ke situasi di mana kita harus mengobrol dengan orang asing. Namun, pada kenyataannya terdapat satu website atau platform obrol acak yang memungkinkan kita untuk berada di situasi tersebut. Dan aplikasi tersebut adalah Omegle.

Untuk JAKartans yang besar di era awal tahun 2010an, Omegle bisa dibilang menjadi fenomena. Banyak dari kita yang menggunakan Omegle sebagai bentuk ‘keisengan’ yang tidak jarang memberikan kita kesempatan untuk memiliki teman baru dari berbagai negara.

Betul sekali, berbagai negara. Melalui platform obrolan acak ini, kita diberikan kesempatan untuk bisa mengobrol, baik via chat maupun video call dengan orang asing yang ada di berbagai negara. Namun, pada akhirnya Omegle sebagai platfrom obrolan acak harus tutup secara permanen pada Rabu, (08/11/2023) kemarin.

Apa Sih Omegle Itu?

Omegle pada dasarnya merupakan platform obrolan acak online yang hadir pada tahun 2009. Omegle sendiri didirikan oleh remaja asal Amerika Serikat bernama Leif K-Brooks pada Maret 2009 ketika dirinya masih berusia 18 tahun.

Sederhananya, Omegle memungkinkan kita untuk berhubungan dengan satu pengguna lain secara acak tanpa memberikan identitas atau informasi apapun tentang satu sama lain. Kehadiran Omegle dengan konsep tersebut tentunya menarik banyak pengguna internet untuk merasakan pengalaman mengobrol dengan ‘orang yang tidak dikenal’.

Satu tahun beroperasi, Omegle mengalami pertumbuhan popularitas yang signifikan, dengan pertumbuhan ribuan pengguna yang bergabung setiap harinya. Omegle menjadi platform yang dikenal karena konsepnya yang sederhana namun inovatif. Namun, konsep inilah yang menyebabkan masalah bagi Omegle.

Permasalahan Omegle 

Omegle, meskipun mengalami pertumbuhan popularitas yang pesat, tidak terlepas dari tantangan etika dan keamanan. Pihak pengelola harus menghadapi dilema serius terkait penyalahgunaan, perilaku tidak senonoh, dan risiko keamanan anak-anak. Respons terhadap tantangan ini terlihat dalam langkah-langkah proaktif yang diambil oleh Omegle. Mereka memperkenalkan berbagai fitur kontrol yang memberikan kemampuan kepada pengguna untuk melaporkan perilaku yang tidak diinginkan atau melanggar aturan. Langkah-langkah ini menjadi upaya untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan etis bagi para pengguna.

Meskipun demikian, perjalanan Omegle menuju meningkatkan keamanan dan etika penggunaan platform terus berlanjut, menunjukkan komitmen mereka untuk terus beradaptasi dan mengatasi tantangan yang kompleks di dunia daring yang terus berkembang.

Resmi Ditutup

Pendiri Omegle, Leif K-Brooks, mengakhiri perjalanannya dengan platform obrolan acak tersebut melalui sebuah pernyataan resmi di situs omegle.com. Dalam pesan perpisahan yang panjang, K-Brooks tidak hanya mengumumkan penutupan Omegle, tetapi juga mengungkapkan alasannya.

Salah satu alasan dari ditutupnya Omegle adalah biaya pengelolaan platform yang tinggi. K-Brooks menyatakan bahwa biaya untuk menjalankan dan melawan penyalahgunaan di Omegle sangat besar, membuat operasional platform tidak lagi berkelanjutan, baik dari segi finansial maupun psikologis. Pernyataannya mencerminkan tantangan yang dihadapi oleh platform daring dalam menjaga keseimbangan antara keberlanjutan operasional dan penanganan isu-isu seperti penyalahgunaan. (*/)

(RRY)

Advertisement

Related post

×

Hello!

Silakan kirim email ke program@jak101fm.com untuk pertanyaan seputar JAK 101 FM

× Hey JAK FM