Muncul Ketika Musim Pancaroba: Berikut Perbedaan dan Gejala dari Flu Singapura

Dengan keadaan cuaca yang tidak menentu, maka ketahanan tubuh pun menjadi berisiko untuk terkena penyakit. Baru-baru ini, jenis penyakit yang tengah menjadi perbincangan di media sosial adalah flu singapura. Awalnya, penyakit ini mulai ramai dibahas sejak salah satu influencer di Indonesia, yaitu Vincent Raditya mengaku harus dirawat di rumah sakit akibat flu Singapura.

Sekilas, baik flu Singapura dengan flu biasa tentunya memiliki kesamaan. Tapi, pada kenyataannya keduanya memiliki perbedaan.

Advertisement

Hand, foot, and mouth disease (HGMD) atau dikenal dengan flu Singapura adalah jenis penyakit yang sering kali terjadi musim pancaroba. Dengan keadaan cuaca di Indonesia yang tengah mengalami pergantian dari musim penghujan ke musim kemarau, tentunya risiko flu Singapura menjangkit kita semakin besar.

BACA JUGA: Suhu Panas di Jakarta Disebabkan oleh Equinox: Apa Itu Equinox?

Disebabkan oleh Virus

Sama seperti flu pada umumnya, jika flu biasa disebabkan oleh Rhinovirus yang masuk ke dalam tubuh melalui mulut, hidung, dan mata yang kemudian dapat menyebar melalui droplet saat orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau bicara, maka berdasarkan keterangan yang dirilis oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) melalui laman resminya, flu Singapura dibawa oleh virus bernama Coxsackievirus dan Human enterovirus 71. 

Dengan demikian, hampir mirip dengan Rhinovirus, dua virus ini akan menjangkit manusia melalui cairan pada hidung, tenggorokan, dan lesi pada kulit yang pecah dari orang yang terinfeksi. Selain itu, selayaknya virus pada umumnya, penyakit flu Singapura ini pun dapat menular.

BACA JUGA: Bukan Hanya Ibadah: Berikut 5 Manfaat dari Puasa untuk Kesehatan Fisik dan Mental!

Gejala Flu Singapura

Salah satu gejala yang terjadi pada orang yang terinfeksi oleh flu Singapura adalah munculnya ruam. Namun, berbeda dengan ruam yang muncul pada flu biasa, mengutip dari keterangan Prof Hindra Irawan Satari yang dirilis di detikHealth ruam pada flu Singapura lebih terlihat seperti cacar air. Di sisi lain, ruam yang biasa disebabkan oleh flu biasa lebih mirip campang dengan warna yang lebih muda.

“Kalau flu itu rash kayak demam berdarah gitu, merah kayak campak. Cuma memang lebih rata, lebih muda warnanya, lebih merata di permukaan,” ujar Prof Hindra, mengutip detikHealth.

Lebih lanjut, gejala-gejala dari flu Singapura antara lain:

  • Demam
  • Nafsu makan menurun
  • Batuk
  • Sakit Perut
  • Sariawan atau munculnya bintik di mulut, tangan, dan kaki
  • Kelelahan
  • Radang tenggorokan,
  • dan ruam pada kulit

BACA JUGA: Mengenal Arti, Penyebab, Dampak, dan Penanggulangan Stunting

Dengan demikian, flu Singapura tentunya menjadi jenis penyakit yang tidak boleh dianggap remeh. Apabila JAKartans merasakan gejala-gejala di atas, alangkah lebih baiknya jika JAKartans langsung menghubungi dokter atau rumah sakit terdekat. (*/)

(RRY)

 

Advertisement

Related post

×

Hello!

Silakan kirim email ke program@jak101fm.com untuk pertanyaan seputar JAK 101 FM

× Hey JAK FM