Jangan Salah Pilih, Berikut Perbedaan TOEFL PBT, IBT, CBT, dan ITP!

Salah satu skills yang kini tengah diincar oleh banyak orang Indonesia adalah kemampuan dalam berbahasa asing. Salah satu bahasa asing yang kini rasanya wajib untuk kita kuasai tentunya adalah bahasa Inggris. Terlebih, sejak di bangku paling dasar, kita tentunya sudah diajarkan untuk berbahasa Inggris. Sehingga, rasanya memiliki kemampuan berbahasa Inggris rasanya menjadi hal yang sangat wajib untuk dimiliki.

Bicara tentang kemampuan dalam berbahasa Inggris. Tentunya kita membutuhkan sertifikasi yang mampu menjadi bukti apabila kita fasih dalam berbahasa Inggris. Terlebih, sertifikasi kemampuan berbahasa Inggris ini sering kali menjadi syarat dokumen yang harus kita lengkapi apabila ingin travelling, kuliah, ataupun bekerja di luar negeri.

Advertisement

TOEFL atau Test of English as a Foreign Language adalah salah satu tes kemampuan berbahasa Inggris untuk para pengguna bahasa tersebut di seluruh dunia. Makanya, JAKartans tentunya sering kali dimintai sertifikat TOEFL apabila ingin bekerja atau apply beasiswa di luar negeri bukan?

Akan tetapi, TOEFL sendiri nyatanya memiliki berbagai jenis lainnya. Karena, nyatanya sertifikasi dari berbagai jenis TOEFL ini memiliki perbedaannya sendiri. Lantas, apa saja jenis-jenis TOEFL yang ada?

BACA JUGA: 5 Soft Skill yang Wajib Dimiliki untuk Sukses di Era Modern

TOEFL Paper-Based Test (PBT)

Tes TOEFL yang sangat populer dan sering diadakan di berbagai lembaga pendidikan, pusat kursus, dan lembaga bahasa di Indonesia adalah salah satu jenis ujian TOEFL yang paling terkenal. Menyelesaikan tes kemampuan berbahasa Inggris ini tidak jauh berbeda dengan mengikuti ujian konvensional. Dalam tes ini, peserta akan diberikan selembar kertas jawaban yang harus diisi menggunakan pensil. Kertas jawaban tersebut kemudian dikembalikan kepada pengawas ujian dan akan diperiksa dengan perangkat khusus. Secara umum, durasi pengerjaan tes ini biasanya sekitar tiga jam.

Tes TOEFL PBT menilai beberapa aspek, termasuk kemampuan mendengarkan (listening), struktur dan ekspresi tertulis (structure and written expression), pemahaman bacaan (reading comprehension), dan menulis (writing). Setiap aspek tersebut akan dinilai berdasarkan jawaban yang diberikan oleh peserta. Setelah itu, peserta akan diberikan nilai akhir yang disebut sebagai “skor”.

TOEFL Internet Based-Test

Format tes TOEFL terbaru, yang dikenal sebagai TOEFL iBT, merupakan salah satu jenis ujian yang diadakan oleh Educational Testing System (ETS), lembaga yang memiliki lisensi TOEFL dan berbasis di Amerika Serikat. Sejak tahun 2005, format tes TOEFL iBT telah secara bertahap menggantikan format PBT dan CBT yang sebelumnya ada. Tes ini dianggap memiliki aspek penilaian yang serupa dengan IELTS, melibatkan penilaian terhadap keterampilan mendengarkan (listening), membaca (reading), menulis (writing), dan berbicara (speaking). Namun, TOEFL iBT dilaksanakan secara daring melalui koneksi internet, memungkinkan peserta ujian untuk menjalankannya melalui komputer.

Berbeda dengan TOEFL PBT yang berlangsung sekitar tiga jam, TOEFL iBT memiliki durasi lebih lama, bahkan mungkin hampir empat jam. Oleh karena itu, bagi calon peserta yang akan mengikuti tes ini, penting untuk memastikan memiliki cukup istirahat dan kondisi fisik yang baik agar dapat menghadapi tes dengan optimal.

BACA JUGA: Jangan Keliru, Berikut Perbedaan dari Soft Skills dengan Hard Skills Beserta Contohnya

TOEFL Computer-Based Test (CBT)

Dibandingkan dengan internet-based test (iBT), jenis tes ini mengalami penurunan popularitas karena formatnya telah mulai digantikan oleh tes yang lebih modern. Pada dasarnya, tes ini merupakan transisi dari Paper-Based Test (PBT) menuju iBT. Hal ini terjadi karena tes ini masih menggunakan struktur penilaian yang sama dengan PBT, mencakup kemampuan mendengarkan (listening), struktur dan ekspresi tertulis (structure and written expression), pemahaman bacaan (reading comprehension), dan menulis (writing). Meskipun demikian, peserta melaksanakan tes ini secara komputerisasi.

Durasi pengerjaan tes ini juga lebih panjang dibandingkan PBT, yakni mencapai 4 jam termasuk waktu untuk membaca petunjuk. Saat ini, di Indonesia, jenis tes TOEFL ini sudah jarang dijumpai karena telah digantikan oleh format tes yang lebih mutakhir.

TOEFL Institutional Testing Program (ITP)

Jenis tes TOEFL ini banyak digunakan di negara-negara Asia, termasuk Indonesia, dan umumnya diwajibkan sebagai persyaratan untuk kelulusan kuliah, penerimaan beasiswa dalam negeri, atau pelamaran pekerjaan di beberapa perusahaan tertentu.

Sayangnya, tes ini tidak diakui secara internasional. Oleh karena itu, apabila seseorang berencana untuk melanjutkan studi atau bekerja di luar negeri, hasil dari tes ini tidak dapat digunakan. TOEFL ITP menilai beberapa aspek, seperti listening comprehension, reading, dan structure and written expression, dan cenderung dianggap lebih mudah daripada tes TOEFL lainnya. Dengan demikian, tes ini lebih fokus pada penilaian kemampuan pasif dalam menggunakan bahasa Inggris.

Jadi, setelah mengenal berbagai jenis TOEF, pastikan JAKartans tidak salah mengikuti TOEFL ya! Perhatikan dengan seksama jenis TOEFL apa yang harus JAKartans ikuti. (*/)

(RRY)

 

Advertisement

Related post

×

Hello!

Silakan kirim email ke program@jak101fm.com untuk pertanyaan seputar JAK 101 FM

× Hey JAK FM