Mengapa Masyarakat Indonesia Masih Enggan Menggunakan Transportasi Publik?

Salah satu polemik yang kini sedang terjadi di Jakarta adalah kualitas udara yang kian memburuk. Salah satu faktor memburuknya kualitas udara di Jakarta adalah kendaraan pribadi. Meskipun faktor-faktor lain seperti pabrik industri, dan lain sebagainya menjadi salah satu faktor utama memburuknya kualitas udara, andil dari asap kendaraan pun nyatanya menjadi salah satu faktor yang dirasa dapat dikurangi secara langsung oleh masyarakat Indonesia.

Namun, permasalahannya adalah masyarakat Indonesia terutama Jakarta nyatanya masih enggan untuk menggunakan transportasi publik sebagai transportasi utama mereka. Padahal,rasanya sebagai masyarakat salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kualitas udara adalah dengan menggunakan transportasi publik.

Advertisement

Lantas, mengapa pada akhirnya masyarakat Jakarta cenderung lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi dibanding transportasi publik untuk menunjang aktivitas mereka?

  1. Kenyamanan 

Pada akhirnya semua kembali ke kenyamanan. Pada kenyataannya, transportasi publik di Indonesia belum dapat memberikan kenyamanan seperti menggunakan kendaraan pribadi. 

Sebagaimana yang kita tahu, berbagai transportasi publik seperti KRL, dan Transjakarta pada jam kerja ataupun rush hour hampir selalu penuh dengan penumpang. Apabila penuh dalam artian terisi, rasanya hal tersebut masih memberikan kenyamanan. Namun, jika penuh hingga saling berdempet dan lain sebagainya?

Tentunya hal tersebut jauh dari kata nyaman. Sehingga salah satu solusi untuk memberikan kenyamanan bagi penumpang adalah penambahan armada pada transportasi publik. Bisa dengan membeli bus baru untuk Transjakarta ataupun menambah gerbong pada KRL. 

  1. Efisiensi Waktu

Untuk kalian yang seringkali menggunakan KRL tentunya kalian pernah merasakan momen ketika kereta kalian ‘ditahan’ bukan? Tentunya momen ini akan terasa menyebalkan, terlebih apabila kita sedang dikejar oleh waktu.

Pada kenyataannya, momen-momen seperti kereta telat, bus telat, dan lain sebagainya masih menjadi kebiasaan transportasi publik di Jakarta. Tentunya, hal tersebut membuat banyak masyarakat Jakarta yang merupakan seorang karyawan atau pekerja merasa dirugikan.

Setidaknya, transportasi publik di Jakarta sudah seharusnya memiliki komitmen untuk datang tepat waktu sesuai jadwal keberangkatan. Sehingga, pada akhirnya masyarakat mau untuk menaiki transportasi umum. Terlebih dengan segala fasilitas mulai dari tracknya sendiri, jalur khusus, dan lain sebagainya, sudah seharusnya transportasi publik memberikan nilai plus berupa efisiensi waktu.

  1. Belum Commute Sepenuhnya

Salah satu keuntungan dari transportasi publik adalah kemudahan untuk melakukan commute dari satu daerah ke daerah lain. Tentunya, transportasi publik di Jakarta beberapa sudah terintegrasi dengan transportasi publik lain. Namun, di beberapa daerah nyatanya hal tersebut belum terjadi. Sehingga, pada akhirnya masih banyak orang yang menggunakan kendaraan pribadi untuk sampai ke satu stasiun atau halte tempat mereka menaiki transportasi publik.

Rasanya, integrasi transportasi publik ini harus diperluas dan diperbanyak apabila ingin menjadikan transportasi publik sebagai transportasi pilihan masyarakat. 

(RRY)

Advertisement

Related post

×

Hello!

Silakan kirim email ke program@jak101fm.com untuk pertanyaan seputar JAK 101 FM

× Hey JAK FM