Seberapa Berbahayakah Sianida?

JAKartans, sudahkah kalian menonton film dokumenter Netflix yang berjudul ‘Ice Cold: Murder, Coffee, and Jessica Wongso’? Film dokumenter original Netflix ini menjadi bahan perbincangan masyarakat Indonesia beberapa waktu belakangan ini. Pasalnya, terdapat fakta-fakta baru yang terungkap pasca kasus pembunuhan terhadap sosok bernama Wayan Mirna Salihin oleh sahabatnya yang bernama Jessica Wongso. 

Terlepas dari fakta yang sesunggunya, satu hal yang menjadi highlight dari kasus ini adalah penggunaan sianida yang diduga menjadi cara untuk membunuh sosok Mirna.

Advertisement

Apa Itu Sianida?

Sianida, senyawa kimia yang dikenal dengan nama lain xianida, adalah zat yang sangat berbahaya dan mematikan bagi manusia. Dalam bentuknya yang murni, sianida dapat berwujud sebagai gas, cairan, atau padatan. Zat ini seringkali dikaitkan dengan kasus-kasus keracunan yang fatal dan telah digunakan dalam berbagai konteks untuk tujuan yang bermaksud jahat. Artikel ini akan menguraikan bahaya sianida serta cara-cara di mana zat ini dapat membahayakan kehidupan manusia.

  1. Kematian yang Cepat

Salah satu bahaya utama sianida adalah kecepatan kerjanya. Sianida menghambat kerja sistem pernapasan manusia dengan mengganggu penggunaan oksigen oleh sel-sel tubuh. Akibatnya, kematian dapat terjadi dalam waktu yang sangat singkat, seringkali hanya dalam hitungan menit setelah paparan awal. Gejala awal mungkin mencakup sesak napas, kebingungan, dan kejang sebelum berakhir dengan kematian akibat gagal pernapasan.

  1. Tidak Berbau dan Tidak Berwarna

Salah satu sifat berbahaya sianida adalah tidak memiliki bau atau warna yang mudah dikenali. Ini membuatnya sangat sulit untuk dideteksi tanpa peralatan deteksi khusus. Seringkali, orang tidak menyadari bahwa mereka telah terpapar sianida hingga gejala-gejala keracunan mulai muncul, yang sudah terlambat untuk menghindari dampak berbahayanya.

BACA JUGA: Bagaimana E-Commerce di Indonesia dapat Terbentuk? 

  1. Penggunaan dalam Kejahatan

Sianida telah digunakan dalam berbagai kasus kriminal, termasuk pembunuhan. Karena sifatnya yang mematikan dan sulit dideteksi, sianida bisa menjadi pilihan yang menakutkan bagi pelaku kejahatan. Kasus-kasus terkenal, seperti pembunuhan dengan minuman beracun, seringkali melibatkan penggunaan sianida.

  1. Penggunaan dalam Industri

Sianida digunakan dalam beberapa industri, termasuk pertambangan untuk pemisahan logam dari bijihnya, produksi bahan kimia, dan pembuatan plastik. Penggunaan sianida dalam industri memerlukan prosedur yang sangat hati-hati dan dilakukan sesuai dengan protokol keselamatan yang ketat.

  1. Paparan Lingkungan

Selain bahaya terhadap manusia, sianida juga dapat mencemari lingkungan. Limbah industri yang mengandung sianida dapat mencemari air tanah dan sungai, merusak ekosistem air, dan berdampak negatif pada makhluk hidup di dalamnya.

Sianida adalah senyawa kimia yang sangat berbahaya yang dapat menyebabkan kematian dengan cepat dalam kasus paparan. Kehati-hatian ekstrem harus diambil ketika bekerja dengan atau di sekitar sianida. Paparan sianida dapat memiliki konsekuensi yang mematikan dan dapat digunakan dalam tindakan kriminal yang merugikan. Oleh karena itu, penanganan sianida harus dilakukan oleh para profesional yang terlatih dan dengan peralatan yang sesuai. Kesadaran akan bahaya sianida dan tindakan pencegahan yang tepat adalah langkah-langkah penting untuk melindungi diri sendiri dan lingkungan.(*/)

(RRY)

 

Advertisement

Related post

×

Hello!

Silakan kirim email ke program@jak101fm.com untuk pertanyaan seputar JAK 101 FM

× Hey JAK FM